Pelindo dan Mitra Sukseskan Pelatihan Pemasaran Digital untuk Disabilitas di Sidoarjo

Sidoarjo, 29 September 2024 – Pelabuhan Indonesia (Pelindo), bersama dengan Mustahiq, Relawan TIK Sidoarjo, dan BPSDMP KOMINFO Surabaya, telah sukses menggelar pelatihan pemasaran digital dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) bagi disabilitas di Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, tanggal 28-29 September 2024, ini diikuti oleh 90 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan digital yang dibutuhkan untuk bersaing di era digital, khususnya di bidang pemasaran. Dengan memanfaatkan teknologi AI, diharapkan para peserta dapat mengembangkan potensi diri dan membuka peluang usaha baru.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan meliputi:

Dasar-dasar pemasaran digital: Peserta diajarkan tentang konsep dasar pemasaran digital, saluran-saluran yang dapat digunakan, serta pentingnya memiliki strategi pemasaran yang efektif di era digital.

Pengenalan AI dan penerapannya dalam pemasaran: Materi ini membahas tentang pengertian AI, jenis-jenis AI, serta bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemasaran, seperti pembuatan konten, analisis data, dan otomatisasi pemasaran.

Praktik membuat konten pemasaran menggunakan AI: Peserta dilatih secara langsung untuk membuat berbagai jenis konten pemasaran dengan menggunakan berbagai tools AI yang mudah digunakan.

Membangun brand personal dan bisnis online: Peserta diajarkan cara membangun personal branding dan bisnis online yang kuat melalui media sosial dan platform e-commerce.

Pak Khusnul, salah satu peserta pelatihan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang pemasaran digital dan AI. Saya berharap dapat menerapkan ilmu yang saya dapatkan untuk mengembangkan usaha kecil-kecilan saya,” ujarnya.

Direktur Pelindo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya disabilitas. “Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi para peserta dan mendorong mereka untuk lebih mandiri,” ungkapnya.

Tantangan dan Peluang

Meskipun pelatihan ini berjalan dengan sukses, namun masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti perbedaan tingkat kemampuan digital peserta dan keterbatasan aksesibilitas bagi sebagian peserta. Namun demikian, kegiatan ini juga membuka peluang besar untuk pengembangan program serupa di masa mendatang.

Ketua Relawan TIK Sidoarjo, Rofiudin menjelaskan, “AI memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu penyandang disabilitas. Dengan memanfaatkan AI, mereka dapat melakukan banyak hal yang sebelumnya sulit dilakukan, seperti mengakses informasi, berkomunikasi, dan berkreasi.”

Rencana ke depan, para penyelenggara berencana untuk melanjutkan program pelatihan ini dengan cakupan yang lebih luas dan materi yang lebih spesifik. Selain itu, mereka juga akan membangun komunitas online bagi para peserta untuk saling bertukar informasi dan pengalaman.

Related Posts

Leave a Reply